Pembangunan Internet Cepat Butuh Dana Rp. 278 Trilliun

Pembangunan Internet Cepat Butuh Dana Rp. 278 Trilliun - Sebuah hal yang sangat mencengangkan bagi para pembaca berita katokpe. Dimana sebuah mega proyek akan dibangun untuk meningkatkan fasilitas pelayanan, baik untuk fasilitas umum, pemerintah dan swasta. Mega proyek yang disebutkan adalah pembangunan jaringan data atau internet. Kebutuhan akan internet di Indonesia belakangan ini semakin semarak karena fungsi dari internet tersebut adalah banyak sekali. Baik untuk usaha, pendidikan, kebudayaan dan wisata semua sekarang berbasis internet. Karena kebutuhan masyarakat yang semakin berkembang dengan teknologi, tentunya harus didukung dengan kecepatan internet yang tinggi pula. Perlu diketahui juga bahwa sebesar 30% dari total penduduk Indonesia sudah bisa mengakses internet walaupun hanya sekedar browsing ataupun berinteraksi melalui sosial media.
 
Salah satu pernyataan yang disampaikan oleh Kepala Bappenas, Bapak Lukita Dinarsyah Tuwo yang memberikan pernyataan bahwa kebutuhan untuk pendanaan pembangunan akses internet berkecepatan tinggi atau bisa disebut dengan pitalebar (broadband) secara nasional hingga 2019 mencapai kisaran dana Rp. 278 Trilliun. Kebutuhan akan dana sebesar itu adalah untuk mendukung pembangunan 5 sektor prioritas yang dimulai pada tahun 2014 – 2019. 5 prioritas tersebut yaitu e-government, e-kesehatan, e-pendidikan, e-logistik,dan e-pengadaan. karena itulah Indonesia membutuhkan banyak ahli teknologi dalam bidang IT untuk mewujudkan internet cepat di tanah air

Pembangunan Internet Cepat Butuh Dana Rp. 278 Trilliun
Pembangunan Internet Cepat Butuh
 

Pendapat Pembangunan Internet Cepat

Kepala Bappenas juga mengharapkan sektor swasta dapat memberikan bantuan penyediaan dana untuk mendorong penerapannya di lapangan pada rencana 5 tahunan tersebut, karena pemerintah masih memiliki dana yang terbatas untuk pengembangan teknologi mega proyek tersebut. Sementara ini, kontribusi dana APBN hanya mencapai 10% dari total kebutuhan dana yang dibutuhkan. Peran swasta di libatkan dalam hal ini karena 80% teknologi informasi di Indonesia sekarang ini berasal dan digunakan oleh dunia usaha. Peran swasta akan meringankan kerja dari pemerintah dalam rencana Pembangunan Internet Cepat dan menyediakan akses internet cepat sehingga pemerintah dapat fokus untuk mengembangkan akses online di dunia pendidikan Indonesia dan juga akses internet untuk daerah terpencil di Indonesia.
 
Bukan rahasia umum jika perkembangan internet akan memunculkan banyak penggunanya berinteraksi dan juga melakukan transaksi di dunia maya. Ini akan berefek positif bagi perkembangan perekonomian Indonesia karena akan juga menaikkan pertumbuhan ekonomi secara nasional sekitar 1,2% hingga 1,3%. Sebuah pencapaian yang bernilai luar biasa jika terus dikembangkan.

Entri Terbaru

Statistik

Jangan Lupa di Like Ya Sobat

×

Google+ Badge